Oleh: syukur aqiqah | Oktober 28, 2009

DOMBA GARUT UNTUK QURBAN

 

Usaha ternak domba di Kabupaten Garut telah lama diusahakan oleh petani ternak di pedesaan yang hampir
tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Garut, baik sebagai usaha pokok maupun usaha sampingan yang
dipadukan dengan usaha tani. Oleh karena itu keberadaan usaha ternak domba dapat memberikan kontribusi nyata
terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat dalam memanfaatkan sumberdaya alam. Dilihat dari rata-rata tingkat
kepemilikan ideal, dimana skala pemilikan ideal adalah 20 – 50 ekor per peternak.
Ternak domba umumnya dipelihara secara tradisional yang berfungsi sebagai tabungan, sumber pupuk kandang
serta sumber pendapatan sebagai hewan kesayangan., rata-rata tingkat kepemilikan umumnya rendah yaitu
dibawah 10 ekor per keluarga petani. Hal tesebut tidak mengurangi nilai keberadaan ternak domba di masyarakat
karena keterampilan petani ternak tersebut dapat diandalkan bila mereka diberi motivasi usaha dan tingkat
permodalan yang memadai. Hal ini karena selain cocok dengan lingkungan setempat juga sudah akrab dan
menjadi tradisi yang turun temurun dengan masyarakat petani di daerah, khusus Domba Garut sebagai domba laga
atau sebagai hewan kesayangan, biasanya dipelihara oleh mereka yang memiliki tingkat permodalan yang kuat,
karena harga domba tersebut sangat memiliki harga yang mhal dan unsure seni serta keindahan yang ditonjolkan.
Sejalan dengan keberadan ternak domba yang beredar dimasyarakat selama ini, maka Pemerintahan kabupaten
Garut menjadikan ternak domba sebagai komoditas unggulan serta menjadi kebanggaan nasiaonal karena memiliki
khas yang tidak dimiliki oleh jenis/bangsa domba lainnya di dunia.
Domba Garut banyak dipelihara dipedesaan oleh para peternak di Jawa Barat, karena domba tersebut lahir dengan
perkembangan usaha sampai sekarang bahwa Domba Garut banyak tersebar di luar Jawa Barat seperti Sumatra
Utara, Jawa Tengah namun perkembangannya belum menggembirakan.
Salah satu keistimewaan ternak Domba Garut yaitu ternak domba jantan dengan anatomi tanduknya yang
bermacam-macam, tubuhnya serta tempramen/sifat-sifat yang spesifik sebagai domba adu dan terkenal denagn
domba tangkas dan sekarang lebih dikenal dengan domba laga, karena domba adu memiliki konotasi yang kurang
baik di masyarakat. Dikatakandomba tangkas karena memiliki seni ketangkasan yang dipadukanengan seni
pancake silat, dan dikatakan domba laga karena berlaga dilapangan yang menarik perhatian orang banyak serta
memiliki unsure seni yang indah dipandang.
Setelah berdirinya himpunan Peternak Domba Garut Kambing Indonesia (HPDKI) istilah “adu” dihilangkan karena
untuk tidak mengasosiasikan kata “adu” dengan permainan judi. Sebagai seni khas kebudayaan Jawa Barat
terutama masyarakat Priangan, sejak jaman dahulu sampai sekarang dikenal dan digemari oleh masyarakat banyak,
hal ini karena sebagai seni dan hiburan yang murah meriah.

SENI KETANGKASAN DOMBA GARUT
Seni ketangkasan Domba Garut merupakan salah satu kegemaran tersendiri yang disenangi serta ternak domba
Garut dapat dikategorikan sebagai hewan kesayangan serta hewan kebanggaan. Domba Garut dipelihara secara
khusus artinya dengan perlakuan dalam pemeliharaannya secara khusus terutama dalam membentuk tanduk agar
memiliki temperamen yang indah dan kelihatan gagah, sehingga tercipta motto tentang domba garut yaitu “
Tandang di Lapang, Gandang di Lapang, Indah Dipandang serta Enak Dipanggang”.
Seni ini merupakan ajang kontes dalam memilih bibit sebagai raja dan ratu bibit ternak domba Garut, karena setiap
event pertandingan ternak domba yang bagus sangat mendapat sorotan setiap peternak dan penggemar, dengan
sendirinya bahwa ternak tersebut memiliki harga yang sangat tinggi.
Perlombaan atau kontes ternak ini merupakan tempat berkumpulnya par peternak dan pemilik, para penggemar,
tokoh Domba Garut serta perkumpulan organisasi profesi yang dihimpun dalam wadah HPDKI (Himpunan
Peternak Domba Kambing Indonesia).
Pemeliharaan Domba Garut sebagai domba tangkas (laga) telah sejak lama dilakukan oleh para peternak,
penggemar ketangksan domba dengan perlakuan yang sangat istimewa serta kepemilikan domba tersebut dahulu
disebut “juragan”. Peternak pemelihara harus memliki nilai jiwa seni yang khusus serta akrab dengan domba.
Berbagai upaya dan pengorbanan para peternak Domba Garut semata-mata diarahkan untuk menciptakan
keunggulan Domba Garut pejantan di arena perlombaan (ketangkasan), sebab domba laga yang unggul akan
menyandang gelar juara serta mendapart nilai jual yang melonjak tinggi.
Karena ternak Domba Garut merupakan bagian dari ternak seni, maka setelah Domba Garut tandang di lapang,
salah satu kegembiraan yang diraih oleh pemiliknya atau pelatihnya, ketika domba tersebut mengalunkan seni
sesuai irama ketukan kendang.
Dalam seni ketangkasan domba jarang terjadi kecelakaan pada ternak domba apalagi sampai terjadi cacat atau
mati, sebab setiap pertandingan selalu diawasi oleh :
• Dewan Hakim
• Dewan Juri
• Wasit
Domba Garut sebagai domba tangkas atau domba laga terbagi atas kelas-kelas, yaitu :
• Kelompok kelas A dengan berat badan 60 – 80 kg ;
• Kelompok kelas B dengan berat badan 40 – 59 kg ;
• Kelompok kelas C dengan berat badan 25 – 39 kg.
Demikian pula pukulan-pukulannya dibatasi menurut pembagian kelas masing-masing, umpamanya kelas A
sebanyak 25 pukulan, kelas B sebanyak 20 pukulan dan kelas C sebanyak 15 pukulan. Selain dari pada pembagian
kelas tersebut, ada pula pembagian khusus yang disebut kelas pasangan, kelas pasangan dikhususkan domba yang
mempunyai criteria kesamaan warna bulu, tinggi, berat badan, keserasian tanduk, keserasian gaya pukulan dan
keserasian lainnya. Untuk kelas ini jumlah pukulannya ditentukan 20 – 25 pukulan. Dasar penilaian dalam
pertandingan inilai dari pukulan, gaya bertanding, ketangkasan dalam bertanding, keindahan fisik, kelincahan dan
stamina.
Untuk keturunan yang bagus, anak domba jantan umur satu minggu sudah kelihatan bakal tanduknya, seiring
dengan bertambahnya umur domba bertambah besar pula tanduknya. Pada saat pertumbuhan, tanduk itu tidak
keluar langsung dan indah. Untuk menjadikan seperti yang diharapkan memerlukan suatu ketelatenan dan
kemahiran dalam merawat tanduk. Beberapa pengalaman para peternak dalam merawat tanduk domba diantaranya
sebagai berikut :
a. Agar tanduk berwarna hityam mengkilap, biasanya digosok dengan kemiri ;
b. Untuk membentuk tanduk yang simetris, dipanaskan dahulu kemudian diurut sambil dibentuk ;
c. Untuk melatih kekuatan, keindahan tanduk diberi latihan beradu 1 (satu) minggu sekali ;
d. Rambut / bulu di sekitar tanduk dibersihkan ;
e. Pencukuran bulu dilakukan secara rutin serta dibentuk tampak kelihatan gagah.
Pendekatan yang ditempuh adalah bagaimana memberikan pengertian kepada para peternak terutama
dikeluarkannya kebijakan pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Garut agar keberadaan dan kelestarian
seni ketangkasan Domba Garut memiliki nilai budaya yang dapat diakui oleh segenap masyarakat, bahwa seni
ketangkasan ini bukan “NGADUKEUN DOMBA” tetapi seni yang dimilki oleh ternak domba yang harus
dimodifikasi dan citra adu domba dengan sendirinya harus hilang dalam pandangan masyarakat luas.
Sejalan dengan pemahaman di atas bahwa yang harus dilakukan sebagai unsure seni adalah mengubah suasana adu
domba yang tidak jelas keberadaannya dihimpun dalam wadah atau tatanan atauran dalam meningkatkan nilai
tambah sebagai prestasi domba dan peternaknya. Hal tersebut perlu dilakukan sosialisasi pemahaman terhadap seni
ketangkasan yang mencerminkan nilai-nilai budaya dan prestasi sehingga seni ketangkasan Domba Garut
merupakan komoditi yang dapat dijual unsure seninya.
OLeh karena itu diperlukan peranan pemerintah serta kumpulan peternak yang dihimpun dlam organisasi HPDKI
dalam meningkatkan keberadaan Domba Garut agar mampu berkiprah dalam meningkatkan pendapatan peternak
sehingga peternak domba lebih maju, efisien dan tangguh untuk menambah devisa daerah.

SPESIFIKASI TERNAK DOMBA GARUT
Menurut para pkar domba seperti Prof. Didi Atmadilaga dan Prof. Asikin Natasasmita, bahwa Domba Garut
merupakan hasil persilangan antara domba local. Domba Ekor Gemuk dan Domba Merino yang dibentuk kira-kira
pada pertengahan abd ke 19 (±1854) yang dirintis oleh Adipati Limbangan Garut, sekitar 70 tahun kemudian yaitu
tahun 1926 Domba Garut telah menunjukan suatu keseragaman. Bentuk tubuh Domba Garut hampir sama dengan
domba lokal dan bentuk tanduk yang besr melingkar diturunkan dari Domba Merino, tetapi Domba Merino tidak
memiliki “insting” beradu.
Berat badan domba dapat mencapai 40 sampai 80 kg. Menurut beberapa ahli, bahwa Domba Garut selain memilki
keistimewaan juga sebagai penghasil daging yang sangat baik dalam upaya meningkatkan produksi ternak domba.
Jenis Domba Garut tergolong jenis domba terbaik, bahkan dalam perdagangannya dan paling cocok serta menarik
perhatian banyak masyarakat, mudah dipelihara oleh petani kecil karena relative lebih mudah pemeliharaannya dan
lebih cepat menghasilkan serta mudah diuangkan.

SEJARAH DOMBA GARUT
Domba Garut sesuai namanya berasal dari Kabupaten Garut tepatnya di daerah Limbangan, kemudian berkembang
dan kini menyebar ke seluruh pelosok Jawa Barat khususnya dan seluruh Indonesia umumnya.
Bentuk umum Domba Garut, tubuhnya relatif besar dan berbentuk persegi panjang, bulunya panjang dan kasar,
tanduk domba jantan besar dan kuat serta kekar (ini merupakan modal utama dalam seni ketangkasan domba.
Keistimewaan dengan tanduk yang besar melingkar ke belakang dan bervariasi, badan padat, agresivitasnya tinggi
sehingga memilki temperamen yang dindah dan unik.
Ciri khas Domba Garut yaitu pangkal ekornya kelihatan agak lebar dengan ujung runcing dan pendek, dahi sedikit
lebar, kepala pendek dan profil sedikit cembung, mata kecil, tanduk besar dan melingkar ke belakang. Sedangkan
betina tidak bertanduk, telinga bervariasi dari yang pendek (ngadaun hiris) sampai yang panjang dan memiliki
warna bulu yang beraneka ragam. Domba Garut banyak dijumpai memiliki daun telinga rumpung, sedangkan yang
memiliki daun telinga panjang dikenal dengan domba “BONGKOR”
Untuk mendapat Domba Garut yang baik harus dimulai dari betina yang kualitasnya sangat bagus, pejantan dari
keturunan Domba Garut memiliki performa yang baik pula. Para tokoh domba memelihara Domba Garut memiliki
karakter yang berbeda dalam merawatnya mulai dari anakan sampai dewasa (siap tanding).
Anak Domba Garut yang dipilih untuk dijadikan domba tangkas harus diberikan latihan beradu dan berlaga di
lapangan, tanpa diberi pelatihan Domba Garut tersebut tidak akan memiliki unsure seni di lapangan, sehingga tidak
indah dipandang ketika berlaga, yaitu mengenai langkah mundur dan langkah maju atu dengan kata lin
“Tembragan” atau tubrukannya tidak baik.
Sampai sekarang Domba Garut tetap memiliki unsure seni yang digemari dan merupakn ternak kebanggaan
masyarakat Jawa Barat.
Domba Garut sebagai domba kesayangan, setiap hari minggu selalu diadakan kontes atu pemidangan di setiap
daerh di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Garut, event ketangkasan Domba Garut digelar dalam hari besar
nasional, hari ulang tahun seperti hari jadi Garut, HUT TNI, HUT Kemerdekaan RI.
Kekeluargaan para penggemar Domba Garut khususnya di Jawa Barat diikat dengan organisasi profesi, yaitu
HPDKI, sehingga setiap kali digelar mereka dengan mudah untuk melaukan pertemuan di lapangan atu tempat
pemidangan yang khusus dibuat sebagai event Kontes Ternak Domba Garut berlaga.

ISTILAH KHUSUS DOMBA GARUT
Adeg-adeg : Kesesuaian postur tubuh mulai dari badan sampai kaki atau bentuk umum performa fisik yang
dinilai dari fostur (kekokohan badan, leher dn kepala), jingjingan (bentuk, ukuran dan
letak tanduk), ules (bentuk di raut muka).
Baracak : Kombinasi warna kulit domba dengan dominasi hitam atau abu-abu dan bercak-bercak kecil putih
Yang tidak teratur pada sekujur atau sebagian tubuhnya.
Baralak : Jenis bulu domba yang mirip dengan bercak yang ukurannya lebih besar.

CATUR BANGGA DOMBA GARUT
1. Ules Beungeut : Kasep, ngamenak dan ngaules
2. Mata : Kupa
3. Telinga : Rumpung, rumpung sapotong, ngadaun hiris dan ngadaun nangka saeutik
4. Tanduk : Nagbendo, golong tambang, setengah gayor, gayor, leang-leang sogong
5. Kualitas Tanduk : Poslen, waja, beusi, gebog
6. Warna Bulu : Sambung, riben sebak, belang sapi, macan, jog-jog, laken, baracak, monyet, kunyuk,
Lunglum, perak, bodas apu, jogja dan riben mencenges
7. Ekor : Ngabuntut beurit, ngabuntut bagong dan ngadaun waru
8. Kanjut/ Scrotum : Laer, ngarandu dan ngajantung
9. Kaki : Mancuh, kuda, regang waru, meureup ucing

Pemesan hub. 021-8542 3000

Oleh: syukur aqiqah | Oktober 24, 2009

Kambing Asli Indonesia

1. Kambing Marica

Kambing Marica yang terdapat di Provinsi Sulawesi Selatan merupakan salah
satu genotipe kambing asli Indonesia yang menurut laporan FAO sudah termasuk
kategori langka dan hampir punah (endargement). Daerah populasi kambing Marica
dijumpai di sekitar Kabupaten Maros, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Sopeng dan
daerah Makassar di Propinsi Sulawesi Selatan.
Kambing Marica punya potensi genetik yang mampu beradaptasi baik di daerah
agro-ekosistem lahan kering, dimana curah hujan sepanjang tahun sangat rendah.
Kambing Marica dapat bertahan hidup pada musim kemarau walau hanya memakan
rumput-rumput kering di daerah tanah berbatu-batu.
Ciri yang paling khas pada kambing ini adalah telinganya tegak dan relatif kecil
pendek dibanding telinga kambing kacang. Tanduk pendek dan kecil serta kelihatan
lincah dan agresif.

2. Kambing Samosir

Berdasarkan sejarahnya kambing ini dipelihara penduduk setempat secara
turun temurun di Pulau Samosir, di tengah Danau Toba, Kabupaten Samosir,
Provinsi Sumatera Utara. Kambing Samosir pada mulanya digunakan untuk bahan
upacara persembahan pada acara keagamaan salah satu aliran kepercayaan
aninisme
(Parmalim) oleh penduduk setempat. Kambing yang dipersembahkan harus
yang berwama putih, maka secara alami penduduk setempat sudah selektif untuk
memelihara kambing mereka mengutamakan yang berwarna putih.
Kambing Samosir ini bisa menyesuaikan diri dengan kondisi ekosistem lahan
kering dan berbatu-batu, walaupun pada musim kemarau biasanya rumput sangat
sulit dan kering. Kondisi pulau Samosir yang topografinya berbukit, ternyata kambing
ini dapat beradaptasi dan berkembang biak dengan baik.

3. Kambing Muara

Kambing Muara dijumpai di daerah Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli
Utara di Propinsi Sumatera Utara. Dari segi penampilannya kambing ini nampak
gagah, tubuhnya kompak dan sebaran warna bulu bervariasi antara warna bulu
coklat kemerahan, putih dan ada juga berwarna bulu hitam. Bobot kambing Muara
ini lebih besar dari pada kambing Kacang dan kelihatan prolifik.
Kambing Muara ini sering juga beranak dua sampai empat sekelahiran (prolifik).
Walaupun anaknya empat ternyata dapat hidup sampai besar walaupun tanpa pakai
susu tambahan dan pakan tambahan tetapi penampilan anak cukup sehat, tidak
terlalu jauh berbeda dengan penampilan anak tunggal saat dilahirkan. Hal ini diduga
disebabkan oleh produksi susu kambing relatif baik untuk kebutuhan anak kambing
4 ekor.

4. Kambing Kosta

http://peternakan.litbang.deptan.go.id/datahtml/plasmanutfah/img/kambing/listimages/kambing_kosta.jpg

Lokasi penyebaran kambing Kosta ada di sekitar Jakarta dan Propinsi Banten.
Kambing ini dilaporkan mempunyai bentuk tubuh sedang, hidung rata dan kadangkadang
ada yang melengkung, tanduk pendek, bulu pendek. Kambing ini diduga
terbentuk berasal dari persilangan kambing Kacang dan kambing Khasmir (kambing
impor).
Hasil pengamatan, ternyata sebaran warna dari kambing Kosta ini adalah coklat
tua sampai hitam. Dengan presentase terbanyak hitam (61 %), coklat tua (20%),
coklat muda (10,2%), coklat merah (5,8%), dan abu-abu (3,4%). Pola warna tubuh
umumnya terdiri dari 2 warna, dan bagian yang belang didominasi oleh warna putih.

5. Kambing Gembrong

http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:OtENtkceY_MSiM:http://www.filehive.com/files/090812/Th.Billy_goat.jpg

Asal kambing Gembrong terdapat di daerah kawasan Timur Pulau Bali terutama
di Kabupaten Karangasem. Ciri khas dari kambing ini adalah berbulu panjang.
Panjang bulu sekitar berkisar 15-25 cm, bahkan rambut pada bagian kepala sampai
menutupi muka dan telinga. Rambut panjang terdapat pada kambing jantan,
sedangkan kambing Gembrong betina berbulu pendek berkisar 2-3 cm.
Warna tubuh dominan kambing Gembrong pada umumnya putih (61,5%)
sebahagian berwarna coklat muda (23,08%) dan coklat (15,38%). Pola warna tubuh
umumnya adalah satu warna sekitar 69,23% dan sisanya terdiri dari dua warna
15,38% dan tiga warna 15,38%. Rataan litter size kambing Gembrong adalah 1,25.
Rataan bobot lahir tunggal 2 kg dan kembar dua 1,5 kg. Tingkat kematian prasapih
20%.

6. Peranakan Ettawah

http://www.freewebs.com/agrotech/jamnapari%20jantan.png

Peranakan Ettawa (PE) merupakan hasil persilangan antara kambing Ettawa
(asal India) dengan kambing Kacang, yang penampilannya mirip Ettawa tetapi lebih
kecil. Kambing PE tipe dwiguna yaitu sebagai penghasil daging dan susu (perah).
Peranakan yang penampilannya mirip Kacang disebut Bligon atau Jawa randu, yang
merupakan tipe pedaging.
Ciri khas kambing PE antara lain; bentuk muka cembung melengkung dan dagu
berjanggut, terdapat gelambir di bawah leher yang tumbuh berasal dari sudut
janggut, telinga panjang, lembek menggantung dan ujungnya agak berlipat, ujung
tanduk agak melengkung, tubuh tinggi, pipih, bentuk garis punggung mengombak ke
belakang, bulu tumbuh panjang di bagian leher, pundak, punggung dan paha, bulu
paha panjang dan tebal.

7. Kambing Kacang

http://wb3.itrademarket.com/pfimage/23/s_304823_logokambing.jpg

Kambing Kacang merupakan kambing asli Indonesia juga didapati di Malaysia
dan Philipina. Kambing Kacang sangat cepat berkembang biak, pada umur 15-18
bulan sudah bisa menghasilkan keturunan.
Kambing ini cocok sebagai pengasil daging dan kulit dan bersifat prolifik,
sifatnya lincah, tahan terhadap berbagai kondisi dan mampu beradaptasi dengan
baik di berbagai lingkungan yang berbeda termasuk dalam kondisi pemeliharaan
yang sangat sederhana.

Oleh: syukur aqiqah | Oktober 22, 2009

AQIQAH dengan kambing seharga 25 juta

Luarrr biasa… klo ada yang mo aqiqah dengan kambing seharga 25 juta, biasanya kambing jenis ini sangat istimewa dan dari peranakan yang bagus. Hanya peternak tertentu yang memiliki dan biasanya dijual untuk bibit. Jenis kambing Etawa atau peranakan Etawa yang memungkinkan harga kambing bisa mencapai 25 juta, beratnya pun bisa diatas 90 kg besarnya bisa sebesar anak kuda… lagi-lagi klo ada yang mo aqiqah dengan harga segitu harus memesan dulu karena nyarinya susah-susah gampang..bila Anda berniat bisa memesan di syukur aqiqah

Oleh: syukur aqiqah | Oktober 17, 2009

Sate Kambing Khas Pati

Bahan Resep Sate Kambing Khas Pati

Bahan :
300 gram daging kambing, potong kotak 1×1 cm
2 lembar daun pepaya, diremas-remas
16 buah tusuk sate
Saus :
3 butir bawang merah, potong-potong
2 buah cabai merah iris tipis
1 buah tomat, potong kotak kecil
50 ml kecap manis
1/4 sendok teh merica bubuk
2 buah jeruk limau diambil airnya
Bahan Olesan :
1 sendok makan minyak goreng
5 sendok makan kecap manis
1/2 sendok teh merica bubuk
1/2 sendok teh garam
Cara Membuat Sate Kambing Khas Pati

Tambahkan daun pepaya ke dalam potongan daging kambing, diamkan 20 menit.
Tusuk daging kambing lalu rendam dalam bumbu olesan.
Bakar di atas bara api sampai matang sambil ditambahkan bumbu olesan.
Aduk bahan saus lalu sajikan bersama sate kambing.
Untuk 16 tusuk

Oleh: syukur aqiqah | Oktober 17, 2009

Sate Kambing Pamekasan

Eits jangan asal pilih daging kambing ya kalau ingin membuat sate ini. Pilihlah daging kambing bagian has dalam, karena dagingnya halus dan empuk sehingga cocok untuk sate.

Resep Bahan Sate Kambing Pamekasan :

  • daging kambing 500 gram
  • kecap manis 150 ml
  • jeruk limau 2 buah
  • tusuk sate 20 buah

Resep Bumbu Kacang Sate Pamekasan :

  • kacang tanah 250 gram, goreng
  • bawang putih 4 siung
  • bawang merah 5 butir
  • cabe merah 2 buah
  • air 500 ml
  • garam secukupnya
  • kecap manis 100 ml

Resep Pelengkap Sate Kambing Pamekasan :

  • lontong

Cara Membuat Sate Kambing Pamekasan :

  1. Potong daging kambing bentuk dadu, lalu tusuk dengan tusuk sate dan lakukan hingga habis, sisihkan.
  2. Haluskan semua bahan bumbu kacang kecuali kecap, daun jeruk, dan air hingga lembut, lalu campur dengan kecap dan air, masak hingga berminyak dan matang, angkat.
  3. Lumuri sate kambing dengan kecap yang telah ditambahkan sedikit bumbu kacang hingga permukaannya rata.
  4. Bakar sate hingga matang sambil dibolak-balik dan dilumuri sisa bumbu kecap, angkat.
  5. Sajikan sate kambing dengan bumbu kacang, jeruk limau, dan lontong.

Untuk 20 tusuk

Selamat mencoba

Oleh: syukur aqiqah | Oktober 17, 2009

Sate kambing Bumbu kecap

Bahan:
750 gr paha kambing, potong dadu 2 cm
15 bh tusuk sate yang sudah direndam dalam air

Bumbu:
5 lbr daun jeruk, iris halus
10 btr bawang merah, iris halus
1 sdm merica bubuk
100 ml kecap manis
2 sdm air jeruk nipis

Pelengkap:
50 gr kol, iris halus
4 bh tomat, iris tipis
6 sdm bawang goreng untuk taburan
15 bh cabe rawit, iris halus
10 btr bawang merah, iris halus
5 sdm kecap manis
1 sdt merica bubuk
2 sdm air jeruk limau

Cara membuatnya:
Tusuk setiap tusukan sate dengan 4 – 5 potong daging. Campur semua bahan untuk bumbu. Campur bumbu dengan sate dan bakar sate dibara api sambil sekali-kali diolesi sisa bumbu. Sajikan sate bersama pelengkapnya.

Oleh: syukur aqiqah | September 16, 2009

Lebaran syukur aqiqah tetap buka !

Lebaran dengan berbagi kebahagiaan dengan aqiqah bukan mustahil, syukur aqiqah tetap buka di hari raya, untuk pemesanan bisa buka disini .

Oleh: syukur aqiqah | September 15, 2009

SELAMAT HARI RAYA IEDUL FITRI 1430 H

SYUKUR AQIQAH mengucapkan Selamat Hari Raya Iedul Fitri, semoga di hari yang penuh fitrah ini kita kembali pada kebaikan yang terus berkelanjutan. Mohon Maaf  Lahir dan Bathin atas segala kekurangan& kekhilafan  dalam melayani Para Pelanggan Setia kami….

Oleh: syukur aqiqah | April 14, 2009

Biarkan Pelanggan Bicara

Kami keluarga, dan kerabat merasa puas dgn rasa sate yang empuk jg gulainya enak

Ibu N. Daysiana

Jl. Anyelir Blok D no.1, Pondok Mekarsari Permai, Jl. Raya Bogor, Depok

Alhamdulillah, kami keluarga, dan kerabat merasa puas dgn rasa sate yang empuk jg gulainya enak. Terima kasih.

Masakannya jg tdk mgcewakan

Ibu Tuti

Jl. Menteng atas rt7/12 no:4, Kel.Pasar Manggis, Kec. Setiabudi, Jakarta

Alhamdulillah acaranya bjalan sukses n masakannya jg tdk mgcewakan..trimakasih,,

Alhamdulillah cukup enak

Bp. Widya Pratama

Perumahan Permata Arcadia Blok D1-16. Sukatani-Cimanggis. Depok

Alhamdulillah cukup enak penyajian baik, terima kasih…..

enak dan gak berbau

Ibu Retih M (Ibunda Nayaka Revi Jieno)

Jl Semangka 1/342 depok 1

Alhamdulillah, kta tamu n sdr2 sy enak..,, dan gak berbau,,tp ada satu yg kurang,,gak ada hadiahnya, he 3x

Masakan sate dan gulai kambingnya enak dan empuk

Bp. Miftah H

jl. gorda no. 85 rt.008/06 lubang buaya, Jakarta Timur

Masakan sate dan gulai kambingnya enak dan empuk…..mengenai pelayanan sangat baik pak…semoga sukses selalu…

wassalam,

miftah

daging satenya empuk dan tidak berbau kambing, gulenya weunak tenaaaan

Ibu Moenarsih

perumahan sawangan permai, jl. garuda d 6 no. 11, sawangan, Depok

Syukur Alhamdulillah…

Terima kasih ya pak Tri… Acara kami berjalan dg lancar… Saya dan keluarga recommend bagi kel yg akan mengadakan acara yg sama tinggal pesan online. mudah, cepat, terpercaya dan mutunya memuaskan, daging satenya empuk dan tidak berbau kambing, gulenya weunak tenaaaan.

Sukses untuk Syukur Aqiqah…

Salam,
Moenarsih

Masakannya nikmat sekali, harga yang terjangkau dan pemesanan online yang memudahkan

Bapak Yosie H

Taman Kenari Nusantara, jl. mataram II no. 19, cibubur. Jakarta
Alhamdulillah. semua acara aqiqah kami lancar. kedatangan masakan tepat waktu, jadi semua makanan bisa tersaji sebelum para tamu datang. dan yang paling penting…. semua masakannya nikmat sekali. seluruh keluarga yang datang memuji kelezatan gulai dan rasa satenya yang unik dan khas padang. enak sekali. begitu juga dengan nasi box-nya yang kami kirim ke para tetangga. sore harinya, tetangga yang kebetulan bertemu juga memuji kelezatan masakan dari syukuraqiqah.
Terimakasih ya. harga yang terjangkau dan pemesanan online yang memudahkan, ternyata juga disertai dengan pelayanan yang sangat memuaskan. alhamdulillah, semoga membawa barokah untuk semua. amin.

Saya puas, baik layanan maupun rasanya

Bp. Sunarto

Jl Sumber Pelita no:44 Rt06/01 Kel.Sumur Batu . Kemayoran, JAKPUS

Alhamdulillah pak, secara umum saya puas, baik layanan maupun rasanya. Trmksh.

Alhamdulillah rasanya MAK NYUS Bapak Radies KP Green Bintaro Residence II Blok C-9, Jl. Elang Raya, RT 05 RW 03. TANGERANG Alhamdulillah rasanya MAK NYUS pak, benar2 tidak mengecewakan. Apalagi satenya bisa tahan sampe pagi ini, tetangga2 saya pada komentar juga. Satenya enak…. Bapak Maiyusril Griya Madrasah no : 1, Jln Madrasah, Rt3/4 , Kukusan, Depok Kata mertua saya yg org padang, satenya enak…….Btw, makasih bnyk ya Gulenya enak, satenya empuk Ibu Kifty Jl Kebagusan Beasr III rt4/6 no 3 (gg. Bakso) Ps. Minggu, Jakarta Selatan. Gulenya enak, kuahnya gurih. Dagingnya juga besar, satenya empuk ! Alhamdulillah memuaskan ! Bapak Bangun KH. Jl kp Pulo Rt07/04 no:16, Kel Pina Ranti, Kec: Makasar, 13560. Jakarta Alhamdulillah memuaskan, terimakasih banyak untuk pelayanannya. Saya juga sudah merekomendasikan syukuraqiqah kepada teman2x saya….. Gulenya kerasa gurih & nikmat aqiqah-hany Bapak Hanny Permana Alamat : Kp. Bendungan melayu No 26.Kelurahan Rawabadak selatan. Koja Nama anak : Avrillia Vega ‘Satenya empuk, bumbunya terasa’ ‘Gulenya kerasa gurih & nikmat’ ‘Pelayanan memuaskan dan murah meriah’ Satenya empuk, Bumbu gulenya meresap ke dalam daging aqiqah-bu-Agrie Ibu Agriely H.L. Alamat : Jl. Plumpang semper No 24 Rt 008/02. Jakarta Utara Nama anak : Nahlah Alika Putri ‘ Satenya empuk, bumbu satenya terasa di lidah, dagingnya gede-gede, makannya jadi enak deh…’ ‘Bumbu gulenya meresap ke dalam daging, baunya harum, enak dan renyah’ ‘Pelayanan memuaskan’

Oleh: syukur aqiqah | Maret 3, 2009

Faedah Aqiqah

1. sebagai ungkapan rasa syukur atas kelahiran seorang anak dengan melaksanakan salah satu syiar agama

2. Aqiqah merupakan wasilah untuk mendekatkan diri pada Allah SWT khususnya bagi si anak yang baru lahir ke dunia.

3. Melindungi dari godaan serta gangguan syetan

Tulisan Sebelumnya »

Kategori