Semua berawal dari do’a, orangtua, suami/istri terkadang tak menyadari apa yang diucapkannya bisa membawa penderitaan atau kebahagiaan. Kalimat yang secara tidak sadar mengandung do’a mampu membuat anak menderita bahkan bahagia. Meski ia diucapkan dalam keadaan marah sekali pun. Maka hati-hati dalam berbicara ketika marah karena bisa berakibat fatal buat yang di do’akan “biarin aja, nanti juga miskin”, atau “kalau kamu bandel, semoga kamu tidak mendapat petunjuk bukannya nak, semoga allah berikan hidayah untukmu” Sekali pun orangtua lagi marah,hati-hati…dibawah ini beberapa kisah nyata yang bisa diambil pelajaran bagi kita semua…
“yang mulia syaikh sa’id bin musfir al Qathani – semoga Allah memberikan taufik padanya, bercerita, “Seorang laki-laki mengabarkanku tentang cerita fakta yang dia alami sendiri. Laki-laki itu bertutur, “Saya memiliki anak yang berbakti. Pada suatu hari dia dating, dan waktu itu kita sudah bersiap-siap untuk tidur, “wahai bapakku, saya lelah sekali belajar. Saya ingin keluar sebentar, dan nanti setelah setengah jam, saya balik lagi.” Sang bapk berkata.’anakku, jangan keluar – semoga Allah memberimu hidayah. Orang-orang sudah tidur. Sedangkn kamu telah mengenakan pakaian tidur.’ Si anak menjawab, ‘ saya akan keluar dengan baju tidur ini lalu kembali lagi.’ Akan tetapi sang bapak tetap tidak mendirikan izin seraya berkata,’ Jangan.’ Sang anak diam tidak membantah karena dia anak yang berbakti dan baik. Dia melangkah pergi, dan dia sempat dilihat oleh ibunya. Sang ibu bertanya,’ ada apa denganmu ?’ Sang anak menjawab,” Saya minta izin dari bapakku untuk keluar sebentar, namun dia menolak permintaanku.” Sang ibu menemui bapaknya,’Anak kita adalah anak yang baik, biarkan dia keluar sebentar setelah itu dia pulang lagi.’ Setelah ditekan akhirnya sang bapak setuju sambil berkata, biarkan dia. Semoga Allah tidak mengembalikannya. Dia bertutur, ‘Perkataan itu aku ucapkan tidak serius. Sepertinya ia keluar dari mulutku dan pintu langit terbuka. Dia pun keluar. Tetapi lewat satu jam, dia belum juga kembali. Satu setengah jam, dua jam, teryata dia belum juga kembali. Sampai adzan subuh dikumandangkan, dia masih belum kembali. Hatiku seolah ditikam tombak, aku sadar kalau ucapanku itu adalah do’a. kemudian saya shalat dan pulang kerumah, namun, anakku tetap belum kembali. Aku putuskan pergi ke polisi. Mereka menghubungi melalui telepon dan berkata, “Telah terjadi beberapa peristiwa dan kematian. Coba pergi ke rumah sakit.” Sang bapak berkata,” aku segera pergi ke rumah sakit. Mereka membuka ruang mayat, dan ternyata anakku ada dideretan paling akhir. Dia mati dalam sebuah peristiwa dengan mengenakan pakaian tidurnya. Kami pun mengambilnya, lalu menshalatkan dan meguburnya. Pada saat itu, aku sadar bahwa akulah penyebabnya. Aku telah berdo’a lalu do’a ku dikabulkan.”
Bayangkan, padahal perkataannya hanya sebuah gurauan, ketidak seriusan, sekedar berbicara bahkan bercanda, nah…. Yang paling sering tuh kalau kita lagi marah kecil atau marah besar… hati-hati yaa buat para orang tua… jangan sampai deh..
Ini cerita nyata yang kedua…. Selamat merenungi… “Pada tahun 1422 H, saya berada di Masjidil Haram Asy syarif. Sebuah pertanyaan dilontarkan pada syaikh yang maknanya, bahwa dia hendak menikah namun terjadi perselisihan antara dia dan ibunya, sehingga sang ibu mendo’akan kejelekkan untuknya pada Allah agar dia tidak bahagia dalam pernikahannya. Si penyanya bertutur, “sejak menikah, aku belum pernah merasakan kebahagiaa dalam pernikahannku. Kemudian aku meminta ridha ibuku, maka dia pun meridhaiku. Akan tetapi aku belum juga merasa bahagia. “ Lalu syaikh memberi jawaban yang artinya, bahwa ridha ibumu (yang terjadi) setelah do’anya tidak berarti menarik do’a pertama yan pernah di ucapkan.”
Subhanallah… sekali lagi hati-hati buat para orang tua..hati-hati…dalam berbicara…
Kisah nyata ketiga …. “ Seorang suami berkata kepada istrinya, “ siapkan buatku baju untuk safar.” Setelah sang istri menyiapkannya, maka laki-laki itu berangkat safar, dan sang istri tahu kalau suaminya telah menikah dengan wanita lain, dan suaminya membawanya ikut safar. Dia mendo’kan buruk terhadap suaminya, “ Ya Allah ! Jadikan dia datang dalam keadaan ditandu. “Ketika dia sedang dalam perjalanan menuju kawasan tempat tinggalnya maka mobilnya ditimpa kecelakaan. Lalu dia menyewa sebuah mobil yang membawanya beserta mobilnya.
Tuh.. buat para istri hati-hati yaa…
by syukur aqiqah 71589769/087880252526
Ditulis dalam kambing aqiqah anda pasti akan merasakan empuknya sate | Tag: ibunda, ibu hamil, kehamilan, sukses, bisnis, MLM, kaya, miskin, kemiskinan, yayasan, jakarta, bandung, bali, politik kotor, politik, budaya, anak, pendidikan anak, pesantren, pengajian, koran, kompas, media indonesia, kambing, aqiqah, sate, musik, islam, yayasan islam, majalah, majalah islam, toko buku, buku, elektronik, kulkas, hanphone, TV plasma, kompos gas, gas, gas pertamina, pertamina, wirid, amalan, Honda, kebersihan, satenya empuk, tbc, dokter anak, dokter umum, bmw, mercy, termurah, spesialis bedah saraf, spesialis, spesialis anak, gramedia, seputar indonesia, kapan lagi, hamil, mba, drs, insyinyur, pertanian, hidroponik, cabe merah, wortel, aa gym, ary ginanjar, tomat, masakan enak, makyuss, top one, toyota, lion air, garuda, tiket kapal laut, tiket kapal, tiket pesawat murah, bayi, bayi gurita, kegemukan, gemuk, obesitas, jantung, paru-paru, ilmu hitam, doa rezeki, murah rezeki, polisi, polantas, bulog, korupsi, kpk